Produck

Menghadapi persaingan global, semua bangsa di dunia wajib mempersiapkan diri sari sisi fisik maupun non fisik.Globalisasi yang terjadi di dunia tidak mungkin dihindari, apalagi lawan. Hanya satu cara dalam menghadapinya, yaitu mensiasati. Langkah strategis yang dapat dilakukan oleh manusia di dunia ini adalah mempersiapkan d agar tidak terjebak dalam ranjau-ranjau globalisasi.Tidak mungkin globalisasi datang dengan deras hanya dihadapi dengan sebuah sikap apatis. Tidak berbuat berarti telah merelakan diri untuk tergusur pada pusaran global yang sangat merngerikan.

Ketertinggalan bukan pilihan, kemajuan adalah angan-angan. Pembangunan dalam konteks global merupakan pembangunan komprehensif tanpa menapikan salah satu bagian yang ada di sekitarnya. Pembangunan yang menyeluruh harus didirikan atas sebuah freme bahwa kebangkitan tidak mungkin terjadi jika mematikan salah satu diantaranya. Dalam pembangunan fisik, sebuah bangsa yang disebut indonesia sering kali parsial. Terlebih jika isu ini ditarik pada wilayah-wilayah lokal. Maka ironisme ini nampak sangat jelas ketika rencana pembangunan yang dikedepankan, namun bagi pihak lain adalah kematian. Bayangkan saja misalnya jika sejumlah pembangunan fisik di suatu daerah sama sekali tidak mengindahkan pertumbuhan lingkungan sekitarnya. Sebuah kekeliruan besar jika konteks pembangunan fisik harus di tebus dengan kematian lingkungan.

Berbagai bencana alam yang terjadi di dunia merupakan cermin dimana sebuah kekayaan alam yang sepatutnya dilestarikan,justru dinampikkan keberadaannya. inilah puncak dari sebuah paradigma pembangunan yang tidak berbasis lingkungan.disatu sisi kita menyaksikan sebuah kebanggaan akan hasil pembangunan fisik yang sangat megah dan mentereng, tetapi di sisi lain kita juga dihadapkan kepada dsebuah kenyataan akan datangnya bencana yang bertubi-tubi. Keeramahan lingkungan kiki sudah banyak terusik,Kesejukan dan Kesahabatanya sudah berlalu, yang tersisa tinggal kegarangan.itulah kenapa dalam wacana teknologi lingkungan , manusia sangat dituntut memahami lingkungan secara intergral dan holistik,tidak parsial dan picik. Lingkungan jangan di pahami sebagai sesuatu yang terpisah satu sama lain. Merusak lingkungan berarti merusak manusia itu sendiri. Merusak lingkungan berarti kehancuran bagi semua.

Memelihara lingkungan dalam kasus pembangunan berarti kita sedang membangun sebuah peradaban. Dan untuk menunjang dan membangun peradaban yang ramah lingkungan maka PT. DUTA BETON MANDIRI mengembangkan produk trobosan terbaru yaitu batu bata ringan (BANONCON) asli buatan indonesia dengan menggunakan bahan dasar alami buah LERAK atau biasa disebut Klerek dan ramah lingkungan.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s